Setiap Tahunnya, 10 Persen Lahan Pertanian Aceh Hilang

E-mail

Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan menyatakan, hampir 10 persen lahan pertanian di Provinsi itu hilang setiap tahunnya, akibat alih fungsi lahan.

“Setiap tahunnya, 10 persen lahan sawah yang produktif di Aceh hilang akibat alih fungsi lahan,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Hasanuddin Darjo, melalui Kabid Tanaman Pangan Mukhlis, di kantor Pertanian setempat, Kamis (15/06/2017).

Ia menyatakan, alih fungsi lahan pertanian di Provinsi paling ujung barat Indonesia ini bermacam-macam, ada pembagunan kantor pemerintah, pemukiman warga, dan alih fungsi lahan dari sawah menjadi kebun sawit.

“Kalau, di Aceh Besar banyak areal persawahan produktif yang dibagun rumah warga, toko, dan perumahan, sedangkan di Nagan Raya dan Aceh Selatan banyak dialihkan menjadi lahan perkebunan,”terangnya.

Apalagi, tambah Mukhlis, di wilayah Timur banyak perkantoran pemerintah yang dibagun di lahan persawahan, seperti kantor Bupati Pidie Jaya dan Aceh Timur yang dibagun di areal pertanian. Bahkan pelebaran jalan juga yang terkena lahan sawah produktif. “Ini merupakan bagian yang tidak kita sadari setiap tahunnya,”jelasnya.

“Namun, ketika kita menghitung luas areal pertanian yang produktif di Aceh malah semakin menyusut setiap tahunnya, setiap tahunnya lahan pertanian menyusut 10 persen,”ungkapnya.

Cetak Sawah Baru

Untuk mengantisipasi semakin menyusutnya lahan pertanian di Aceh, kata Mukhlis, salah satunya adalah dengan membuka lahan sawah baru di sejumlah daerah di Aceh.

Mukhlis juga menyebutkan, cetak sawah baru tahun 2017 ini seluas 5.000 hektar, sementara cetak lahan sawah baru di Aceh tahun lalu seluas 2.500 ha. “Jika program cetak sawah baru ini berhasil, maka akan menambah luas baku sawah di Aceh,”paparnya.

Namun, jelasnya, sekarang yang menjadi persoalan di daerah kita adalah persoalan teknis yang harus diselesaikan terlebih dahulu, misalnya SID, kecocokan lapangan, dan lainnya.

“Jangan sampai setelah dicetak sawahnya tidak bisa digunakan, karena tidak ada air, dan tidak ada petaninnya, hal ini harus diselesaikan dulu sebelum dicetak sawah baru,”terangnya.

Share
comments