584 Penyuluh KKBPK di Aceh Ikut Ujian Sertifikasi

E-mail

Sebanyak 584 Penyuluh Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dari 22 Kabupaten/Kota di Aceh, mengikuti ujian sertifikasi, mulai dari tanggal 07-12 Agustus 2017 di Laboratorium Komputer Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) , Darussalam, Banda Aceh.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Dr. dr, M. Yani, M.Kes, PKK, di Banda Aceh, kegiatan tersebu merupakan tindaklanjut dari Undang undang Nomor 23 Tahun 2014 dan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017.

Kegiatan itu digelar pasca adanya penandatanganan berita acara serah terima penyuluh KKBPK dari Pemerintah Daerah ke Pemerintah Pusat yang dilakukan di ruang serbaguna Gubernur pada 27 Juli lalu, maka BKKBN mempunyai kewajiban untuk melakukan uji kompetensi.

"Kopetensi untuk melihat sejauh mana wawasan dan pengetahuan yang dimiliki penyuluh KKBPK. Sehingga nanti benar-benar akan diketahui, di sisi mana yang akan dilatih. Penyuluh KKBPK harus pintar. Dan yang menjadi perhatian penyuluh adalah Kampung KB dan itu sudah menjadi prioritas dari BKKBN. Begitu Kampung KB di launching harus dimonitor dan dipantau, supaya bisa berjalan efektif program KKBPK  dan sasaran program ke arah keluarga bukan lagi pasangan usia subur,"ujar Yani.

Sementara itu sebelumnya, Sekretaris BKKBN RI, H. Nofrijal, SP, MA, mengatakan, ujian sertifikasi yang diikuti hari ini tidak lah sama dengan ujian sertifikasi guru.

Menurut dia, kegiatan itu digelar paling sedikit 12 kali dalam setahun untuk melatih para penyuluh. Menurutnya, penyuluh harus pintar, harus mengetahui dan menguasai program KKBPK. “Dengan demikian akan mudah mensosialisasikan dan menyampaikan KIE kepada masyarakat. Selain itu, kopetensi juga untuk menemukan jenjang karir penyuluh itu seperti apa nantinya," jelas Nofrijal.

Nofrijal mengatakan, salah satu kewenangan di pusat, setelah pengalihan 15 ribu lebih penyuluh KKBPK, (584 penyuluh di Aceh), dari Pemerintah Daerah ke Pemerintah Pusat yaitu standarisasi dan sertifikasi, sehingga diharapkan selesai sertifikasi berjenjang, sudah ada pemerataan kesejahteraan.

Sementara itu, untuk mempermudah kinerjanya, penyuluh sudah disiapkan aplikasi perangkat teknologi, untuk melaporkan kinerja mereka melalui gadget.

"Untuk sistem pengajian di BKKBN, sudah standar. Penyuluh yang sudah mengikuti ujian sertifikasi akan diberi tunjangan penyuluh, tunjangan kinerja, dan tunjangan fungsional. Nah inilah yang kita maksud dengan New Spirit setelah pengalihan,"  jelasnya.

Sementara itu Kabid ADPIN Perwakilan BKKBN Aceh, Faridah, SE, MM, menyebutkan, uji kopetensi dilakukan bersama Universitas Syiah Kuala. Ujian sertifikasi diikuti sebanyak 98 Penyuluh KKBPK dari Lhokseumawe, Bireuen, Pijay, Pidie, Aceh Besar, Banda Aceh, Sabang, dan Aceh Tenggara.

“Setiap hari ada sekitar 100 Penyuluh KKBPK di Aceh yang mengikuti Ujian Sertifikasi yang digelar selama 6  hari dari 07 hingga 12 Agustus mendatang. Hingga hari ini sudah 297 penyuluh KKBPK yang telah mengikuti ujian sertifikasi," ujar Faridah. 

Share
comments