PILKADA ACEH

Hasil Akhir : Irwandi Raih 898.710 Suara, Mualem 766.427 Suara

E-mail

Saturday, 25 February 2017 16:05

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mengesahkan perolehan suara hasil pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Aceh tahun 2017, Sabtu (25/02) sore.

Hasilnya, pasangan calon gubernur dan wakil gubernnur Aceh nomor urut enam Irwandi-Nova mendapatkan perolehan suara terbanyak yaitu 898.710 suara.

Diurutan kedua pasangan nomor urut lima Muzakir-TA Khalid dengan perolehan 766.427 suara, disusul paslon nomor urut satu Tarmizi-Machsalmina 406.865 suara.

Selanjutnya paslon nomor urut empat Zaini-Nasaruddin sebanyak 167.910, disusul Zakaria Saman-HT Alaidin 132.981 suara, dan diposisi akhir ditempati paslon nomor urut tiga Abdullah Puteh-Sayed Mustafa yang meraih 41.908 suara.

Ketua Pokja pemungutan dan penghitungan suara KIP Aceh Muhammad menyebutkan total suara sah pada pilkada Aceh sebanyak 2.414.801 dari total DPT Aceh sebanyak 3.431.582 orang.

Sementara itu Ketua KIP Aceh Ridwan Had mengatakan partisipasi masyarakat pada Pilkada Aceh terus meningkat mencapai 73 persen. Meskipun masih dibawah target nasional sebesar 77,5 persen, namun capaian pilkada ini jauh lebih baik dari Pilkada 2012 silam.

Pada kesempatan itu Ridwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran penyelenggara Pilkada Aceh, partai politik, pasangan calon, pihak keamanan, pemerintah Aceh dan media.

“Kami sangat mengapresiasi itu. Kepada seluruh jajaran yang telah menyukseskan Pilkada Aceh, sehingga proses pungut htung 15 Februari lalu berjalan sukses,”ujarnya.

Sementara terkait adanya paslon yang tidak menerima hasil pleno KIP Aceh, Ridwan mempersilahkan untuk menempuh jalur hukum. Jika ke Mahkamah Konstitusi, kata Ridwan, diberikan waktu 3x24 Jam.

Ridwan menyebutkan jika tidak ada gugatan ke MK maka calon terpilih akan ditetapkan pada 10 atau 11 Maret 2017 yang akan datang.

 

Saksi Mualem-TA WO

E-mail

Saturday, 25 February 2017 10:05

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menggelar rapat pleno Rekapitulasi, penetapan dan pengumuman hasil penghitungan suara Pemilihan Gubernur dan wakil gubernur Aceh tahun 2017.

Rapat pleno digelar di gedung utama DPR Aceh, dipimpin langsung ketua KIP Aceh, turut dihadiri komisioner KIP Aceh lainnya, KIP kabupaten/kota, Panwaslih kabupaten/kota serta saksi dari enam pasangan calon gubernur/wakil gubernur.

Beberapa saat setelah Ketua KIP Aceh Ridwan Hadi membuka sidang, saksi dari pasangan calon nomor lima Muzakir Manaf-TA Khalid, Suadi Sulaiman dan Wen Rimba  langsung mengajukan interupsi.

Mereka meminta agar rapat pleno ditunda dan dilakukan proses pemungutan suara ulang, mengingat banyaknya pelanggaran yang mereka temukan dilapangan.

“Atas nama saksi paslon nomor lima kami meminta pemungutan suara ulang dan kami menolak rapat pleno penghitungan suara 2017 ini karena pilkada serentak telah menyimpang dari ketentuan,”ujarnya.

Menanggapi hal itu ketua KIP Aceh Ridwan Hadi mengatakan tidak mungkin bagi pihaknya untuk menghentikan tahapan yang sedang berjalan, karena ada proses yang harus dijalankan pihak KIP sesuai dengan jadwal.

Sementara itu Ketua Panwaslih Aceh Samsul Bahri mengaku mendengar adanya pelanggaran seperti dilaporkan saksi dari paslon nomor lima, namun pihaknya tidak mendapatkan laporan.

Terkait permintaan saksi nomor lima agar pleno dihentikan, KIP sempat menskor sidang beberapa saat atas permintaan Panwaslih untuk berkoordinasi dengan Bawaslu. Hasilnya sidang tetap dilanjutkan.

Tidak terima sidang dilanjutkan saksi paslon lima kembali melancarkan protes dan menyatakan akan keluar dari ruang rapat serta menolak seluruh hasil rapat tersebut.

“Kalau lanjut, sama saja kami melegalkan sesuatu yang salah maka izinkan kami menegakkan hukum untuk tidak mengikuti rapat pleno ini dan izinkah kami meninggalkan ruangan ini,”ujarnya

Adi Laweung juga meminta kepada KIP agar pihaknya diberikan form DC 2 KWK untuk diisi sebagai bentuk keberatan dan penolakan terhadap hasil sidang pleno. Setelah mengisi form itu kedua saksi paslon nomor lima ini pun meninggalkan ruangan atau Walk Out (WO).

Sementara KIP Aceh tetap melanjutkan rapat pleno mendengarkan paparan hasil rekap dari 23 kabupaten/kota se Aceh.

 
 

Nasir Djamil : Tunggu Hasil Resmi dari KIP

E-mail

Friday, 24 February 2017 06:59

Anggota DPR RI asal Aceh HM Nasir Djamil menyarankan kepada seluruh pasangan calon yang tidak puas dengan hasil PilkadaAceh serentak tahun 2017, masih punya satu kesempatan untuk menempuh jalur gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu disampaikan anggota komisi III DPR RI itu disela-sela sosialisasi empat pilar MPR RI kepada ratusan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), di Aula Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Kamis (23/02).

“Saya berharap kalau ada penolakan yang dilakukan oleh Paslon, kalau memang punya bukti-bukti dan fakta-fakta dilapangan, maka masih ada kesempatan yang berujung di MK, disanalah sengketa itu akan diuji apakah benar apa tidak,”ujar anggota Komisi III DPR RI itu.

Namun demikian Nasir Djamil mengingatkan paslon agar tidak mengumbar kemenangan terlebih dahulu sebelum adanya keputusan resmi dari lembaga berwenang, yakni Komisi Independen Pemilihan (KIP).

“Kita serahkan kepada KIP karena mereka yang diberikan hak oleh undang-undang untuk menyatakan siapa menang dan siapa yang terpilih menjadi kepala daerah, sedangkan kelompok-kelompok paslon tidak punya otoritas untuk itu,”lanjutnya lagi.

Pada kesempatan itu Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan Pilkada Aceh serentak 2017 sehingga berjalan lancar dan aman, tanpa adanya insiden.

Meskipun kata Nasir sampai saat ini Mendagri masih meminta aparat kepolisian untuk menjaga keamanan Aceh karena dinilai sebagai daerah rawan.

“Pilkada berjalan lancar meskipun tidak bisa dihindari masih adanya praktek-praktek non demokrasi, seperti adanya indikasi politik uang dan berbagai macam cara yang belum mampu diawasi dengan baik, tapi disisi lain partisipasi masyarkat sudah baik dalam hal mengikuti ajang demokrasi ini,”tambahnya lagi.

 
 

Page 1 of 50