PILKADA ACEH

Mualem dan Irwandi Saling Klaim, Ini Tanggapan KIP

E-mail

Thursday, 16 February 2017 10:58

Pasangan calon nomor urut Lima Muzakir Manaf-TA Khalid  dan pasangan calon nomor urut Enam Irwandi-Nova saling klaim memenangkan pilkada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2017-2022.

Namun demikian klaim tersebut tidak mempengaruhi dan tidak menjadi pedoman bagi Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dalam mengambil keputusan, pasalnya KIP punya mekanisme sendiri dalam pengambilan keputusan.

Hal demikian disampaikan Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Ridwan Hadi pada konferensipers di media center KIP Aceh, Kamis (16/02). Turut hadir Direktur Shabara polda Aceh dan As Intel Kodam Iskandar Muda.

Ridwan mengaku tidak mempersoalkan data-data yang dikeluarkan oleh masing-masing Tim Sukses, sedangkan bagi KIP menurutnya, yang menjadi pegangan adalah sertifikat hasil penghitungan suara di TPS, kemudian sertifikat hasil rekap di tingkat PPK. sertifikat itulah menurutnya yang menjadi acuan untuk menentukan siapa calon terpilih.

“Quik quont bisa menjadi pedoman awal tapi bukan bukti untuk menentukan menang atau kalah. Pegangan kita adalah hasil perhitungan di TPS,”ujarnya.

Selanjutnya kata Ridwan, jika suara kedua calon ini berimbang maka akan dihitung sebarannya ditingkat kabupaten/kota, akan dilihat siapa yang lebih banyak sebarannya. Jika sebaran di kabupaten/kota masih sama, maka akan dilihat sebaran dilevel kecamatan, jika masih sama maka akan dilihat sebaran hingga ketingkat gampong.

“Kalau DKI punya ketentuan sendiri, sedangkan Aceh tidak punya ketentuan pemenang Pilkada, artinya hanya satu putaran dan calon pemenang ditentukan dengan perolehan suara terbanyak,”ujarnya lagi.

Ridwan menambahkan, dari hasil pantauan yang dilakukan pihaknya pada 15 Februari 2017, situasi pemilihan dan penghitungan suara berlangsung sangat kondusif.

KIP Aceh, kata Ridwan memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Aceh, pasangan calon, penyelengara pada semua tingkatan serta pihak keamanan yang telah menyukseskan Pilkada Aceh serentak tahun 2017.

Ridwan mengajak masyarakat untuk menunggu hasil rekapitulasi di tingkat PPK yang berlangsung hingga 22 Februari 2017 mendatang, selanjutnya akan disampaikan kepada KIP kabupaten/kota, dan selanjutnya, khusus untuk hasil Pilkada Gubernur akan diserahkan kepada KIP Provinsi.

Dan KIP Aceh menurutnya, akan menyelenggarakan rapat pleno terbuka pada 25-27 Februari 2017 mendatang. Dari tahapan yang cukup krusial ini, ia berharap agar tahapan rekapitulasi ditingkat kecamatan sampai kepada KIP Aceh berlangsung lancar dan aman.

 

Komnas HAM Pantau Kinerja Penyelenggara Pilkada Aceh

E-mail

Thursday, 16 February 2017 10:06

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas-HAM) ikut memantau pelaksanaan Pilkada Aceh seretak tahun 2017.

Anggota Komnas HAM Otto Syamsuddin Ishak mengatakan, pihaknya berada di Aceh dalam rangka memantau sejauh mana penyelenggara memberikan hak kepada warga Negara.

Hal demikian disampaikan Otto pada konferensi pers bersama KIP Aceh di media center KIP Aceh, kamis (16/02).

Otto menyebutkan secara umum penyelenggaraan sudah semakin positif perkembangannya. Ia mencontohkan pada Pileg dan Pilpres lalu,  pihaknya susah mendapatkan data pemilih difabel, namun pada Pilkada kali ini, setiap TPS sudah menyiapkan data difabel, sehingga mereka bisa mendapatkan haknya sebagai warga negara.

Menurutnya, kaum difabel juga harus diorganisir dengan baik sehingga mendapatkan hak politiknya dengan baik. “Mereka sudah mendapatkan haknya, itu yang sangat penting. Yang menjadi masalah mungkin kedepan agar mereka mendapatkan akses politiknya dengan baik, tapi mereka sudah mendapatkan haknya,”ujarnya.

Otto menambahkan, dibandingkan dengan Pileg dan Pilpres lalu, koordinasi KIP dengan Panwas juga sudah semakin baik, dari seluruh Aceh menurutnya hanya satu daerah yang koordinasi penyelenggara bermasalah.

Selanjutnya kata Otto hampir seluruh titik krusial dalam tahapan berhasil dijawab dengan baik oleh penyelenggara. Bahkan menurutnya penetapan Aceh sebagai daerah rawan pada Pilkada 2017 membuat para penyelenggara lebih siap.

“Seperti daerah-daerah yang sebelumnya dianggap rawan seperti di Panton Labu, ternyata tidak ada keributan, tetapi yang harus dipastikan lagi adalah daerah pedalaman, karena kita dapat info disana aparat desanya ikut tidak netral,”tambahnya.

Otto juga mengingatkan penyelenggara Pilkada bawah pengumuman hasil quik qount dari tim sukses kandidat akan mempengaruhi psikologi publik.

Namun demikian Otto menyebutkan secara umum hak warga Negara bisa diperoleh pada Pilkada Aceh tahun 2017, meskipun pihaknya menemukan ucapan-ucapan penyelenggara yang dalam persfektif HAM, menurutnya tidak layak.

Sementara dari sisi perkembangan yang agak lambat, menurutnya adalah penegakan hukum, bahkan dari segi datanya menurutnya  jauh beda dengan Pilkada DKI Jakarta.

 
 

Giliran Irwandi Juga Klaim Menang

E-mail

Wednesday, 15 February 2017 20:13

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh nomor urut enam Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah juga mengklaim menangi pilkada Aceh.

Klaim itu disampaikan pasangan yang diusung gabungan partai politik lokal dan nasional itu pada konferensi pers di kantor DPD Demokrat Aceh , Rabu (15/02).

Irwandi mengklaim meraih suara 42,9 persen, disusul paslon nomor lima degan perolehan suara 27,4 persen, selanjutanya paslon nomor satu 10,9 persen, paslon nomor 4 sebanyak 9,6 persen, paslon nomor urut dua 4,7 persen dan paslon nomor urut tiga 4,6 persen.

Irwandi menyebutkan data yang masuk baru 20 persen.

 
 

Page 6 of 50