PILKADA ACEH

Titip HP di Luar Bilik Suara, Walkot Banda Aceh Coblos di Lamdingin

E-mail

Wednesday, 15 February 2017 08:40

Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 3 di SD Negeri 41 Lamdingin, Banda Aceh. Illiza datang bersama suami sekitar pukul 08.15 WIB.

Pantauan detikcom, Illiza tiba di TPS dan disambut sejumlah warga, Rabu (15/2/2017). Mereka sempat bersalaman dan berbincang-bincang. Sebelum masuk ke bilik suara, Illiza menunggu di depan sebuah ruangan.

Beberapa petugas terlihat sibuk mempersiapkan TPS agar warga dapat mencoblos. Setelah itu satu per satu warga dipanggil untuk memilih pemimpin mereka.
TPS di Aceh mulai dibuka sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Selain wali kota, warga Lamdingin juga mulai datang untuk memberikan suara mereka.

"HP (handphone) titip di mana ini?" tanya Illiza pada petugas TPS.

Usai menyerahkan telepon genggam miliknya, Illiza masuk ke dalam bilik suara bersama suami. Usai mencoblos sekitar pukul 08.50 WIB, wali ksota mencelupkan jari ke tinta. Setelah itu, dia keluar dan sempat menyapa warga.

Menurut Illiza proses pemilihan di Banda Aceh hingga saat ini berjalan lancar. Masyarakat juga antusias datang ke TPS untuk memberikan hak suara mereka.

"Walaupun presentasenya tidak sampai 100 persen tapi antusias warga memilih kali ini cukup tinggi," kata Illiza.

Di Banda Aceh, ada dua pasangan yang bakal bertarung. Pasangan nomor urut pertama Illiza Saaduddin Djamal-Farid Nyak Umar. Sementara pasangan nomor urut dua yaitu Aminullah Usman-Zainal Arifin.

Kedua pasangan ini merupakan calon petahana. Illiza saat ini menjabat sebagai wali kota dan mencalonkan diri kembali sebagai wali kota. Sementara Zainal Arifin menjabat wakil wali kota dan kembali maju sebagai calon wakil wali kota berpasangan dengan Aminullah.

Selain memilih calon wali kota, warga Banda Aceh juga memilih calon gubernur. Ada enam pasangan yang bertarung untuk merebutkan kursi Aceh satu.
DETIK.COM

 

Irwandi Pantau Pilkada Melalui Udara

E-mail

Wednesday, 15 February 2017 08:31

Calon gubernur Aceh nomor urut enam Irwandi Yusuf melakukan pencoblosan d TPS III Gampong Bandar Baru Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh, tepatnya di perkarangan SMP 2 Banda Aceh, Rabu (15/02).

Gubernur Aceh periode 2007-2012 itu datang ke TPS bersama isterinya Darwati Agani pada pukul 09.30 WIB.

Setelah melakukan pencoblosan, Irwandi mengaku akan memantau pencoblosan diseluruh Aceh dengan menggunakan pesawat pribadinya.  “Akan memantau melalui udara keseluruh Aceh,”ujarnya kepada wartawan.

Kepada wartawan, Irwandi juga menyampaikan optimismenya akan memenangkan Pilkada pemilihan gubernur/wakil gubernur Aceh periode 2017-2022 ini.

Pada kesempatan itu Irwandi juga mengaku mendapatkan laporan adanya praktek money politik disejumlah tempat.” Di Aceh Jaya saya tangkap ada tiga orang,”ujarnya.

Selain Irwandi Yusuf, calon gubernur Aceh nomor urut satu, Tarmizi Karim juga memilih di tempat pemungutan suara (TPS) SDN 35 Lampriek, Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Sementara calon nomor urut dua, Zakaria Saman melakukan pencoblosan suara di kampungnya yakni Gampong Jijiem, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie.

Sementara calon Gubernur Aceh nomot urut 3, Abdullah Puteh mencoblos di kampung halamannya, Gampong Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa.

Kemudian calon gubernur Aceh nomor urut empat, Zaini Abdullah memilih di Gampong Teureubue, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie. Calon nomor urut lima, Muzakkir Manaf akan melaksanakan pemilihan di Seunuddon, Aceh Utara.


 
 

Ini Peringatan Keras Kapolresta untuk Provokator Pilkada

E-mail

Tuesday, 14 February 2017 14:05

Satu hari menjelang hari H pencoblosan pilkada pemilihan walikota dan wakil walikota Banda Aceh, sejumlah brosur dan baliho black campaign (Kampanye hitam) kembali beredar di kota Banda Aceh.

Namun kehadiran baliho-baliho yang meresahkan masyarakat dan mengancam keamanan Pilkada itu secara cepat telah diturunkan oleh pihak penyelenggara Pilkada bersama pihak keamanan.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol. T. Saladin mengatakan, baliho tersebut merupakan pelanggaran yang sudah ditindaklanjuti oleh pihak Panwas, Satpol pp dan Polisi. Ia mengingatkan, imbas permainan kotor tersebut berdampak pada keamanan kota.

“Saya harapkan bermain fair. Saya ingatkan bahwa imbas permainan kotor itu terhadap kemanan, kalau ketauan, kalau bisa dikenakan sepuluh undang-undang, maka sepuluh undang-undang saya kenakan kepada pelaku, ingat,”ujarnya geram.

Kapolresta menambahkan, khusus untuk kota Banda Aceh,  kecurangan dalam bentuk intimidasi dan terror sejauh ini tidak ditemukan, namun yang perlu diawasi justru kecurangan, baik yang dilakukan oleh petugas, pelaksana maupun masyarakat.

Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang bermain, dan semua modus-modus yang dilakukan pada Pemilu-pemilu sebelumnya agar tidak terjadi lagi pada Pilkada kali ini. Pihaknya bahkan juga menyediakan gunting kuku, sehingga tidak ada dari pihak penyelenggara yang panjang kuku yang berpotensi digunakan untuk merusak surat suara.

Sementara itu Dandim 0101/BS Kolonel Mahesa Fitriadi berharap Pilkada Banda Aceh aman dan nyaman dan masyarakat yang punya hak pilih datang berbondong-bondong ke TPS.

“TNI siap dan semua sudah berada di lapangan, jadi masyarakat tidak perlu takut, keamanan kami yang jamin,”lanjutnya.

 
 

Page 8 of 50